Tanggapan ahli terhadap fenomena \"de-influencing\" di media sosial
Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dicky Chresthover Pelupessy menjelaskan bahwa fenomena de-influencing yang marak di media sosial terjadi karena kekuatan dari seorang influencer atau pemengaruh untuk mengajak pengikutnya melakukan sesuatu.“Media sosial itu kan dulunya mungkin awalnya kita pakai untuk berinteraksi. Tapi lama kelamaan kan media sosial ini dia menjadi sebuah media ekonomi. Maksudnya untuk mengiklankan, jualan dan sebagainya,” kata … Read more